In The Lonely Hour

Tidak kah kamu merindukan kita yang dulu? Yang sanggup bercerita hingga jatuh tertidur
Tidak kah kamu merindukan kita yang dulu? Yang sanggup saling mendukung bahkan dalam pertengkaran
Tidak kah kamu merindukan kita yang dulu? Yang tidak pernah peduli musim apa yang datang, karena kita selalu memiliki matahari di hati kita
Aku tidak mengerti apa yang telah waktu lakukan hingga, kita enggan saling menyapa
Aku tidak mengerti apa yang telah luka tinggalkan hingga, kita enggan saling menerima
Lucunya, banyak kenangan baik yang justru mampu membuatku menangis
Bukan karena aku membenci mereka– ini hanya karena aku belum mau melepaskannya
Aku tahu kau akan selalu baik di sana,
Kau kuat
Kau selalu lebih kuat dari aku
Dan aku tahu, aku akan selalu baik di sini
Aku kuat
Walau tidak lebih kuat darimu, tapi aku mampu
Kalau di suatu ketika ada tangan lain yang kau biarkan menggenggammu
Aku tidak tahu apa aku kuat untuk tidak akan cemburu
Mungkin aku akan cemburu, tapi aku tidak akan sekuat itu untuk memintamu kembali
Aku terlalu perempuan. Kau yang paling tahu seperti apa perempuan
Tapi bila saat ini aku sudah lebih dulu membiarkan tangan lain menggenggamku
Aku tidak tahu apa kau sudah bersedia untuk tidak cemburu
Kalau pun kau cemburu, kau akan selalu mampu kuat untuk tidak memintaku kembali
Kau terlalu pria. Aku yang paling tahu seperti apa pria
Mungkin, ada banyak pria dan perempuan yang saling kehilangan
Hanya karena terlalu ingin menjadi dirinya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s