Tuhan, saya tidak meminta banyak



Cintailah; dia yang mengaku mencintai apa yang tidak kamu miliki, karena dia bersuka-cita untuk mengisi ketiadaan itu. [fa]

Kenapa masih saja banyak yang begitu suka menuntut kesempurnaan, memang kalau sudah sempurna, apa lagi yang bisa dipeluk oleh mereka yang menyayangimu? Kenapa masih saja banyak yang begitu ingin didengarkan, tanpa peduli mendengarkan kembali. Kenapa masih saja banyak yang tak bersedia menerima perbedaan; yang berseberangan selalu salah, dan yang tak bersedia menurut sudah sepantasnya dibuang ke laut.

Kenapa masih saja, saya mau menuliskan kalimat kosong di atas. Tentu saja semua tahu, kalau jawabannya masih sama. Karena mereka masih manusia, dan karena saya masih manusia.

*bertahan untuk tidak menghela nafas panjang*

Tuhan, saya tidak meminta banyak. Ampunilah diri saya karena masih kerap keras kepala untuk memperdebatkan hal-hal yang baikβ€”tapi dengan orang yang salah.

Tuhan, saya tidak meminta banyak. Ampunilah diri saya karena masih kerap keras hati untuk mempertanyakan hal-hal yang sederhanaβ€”tapi dengan orang yang keras kepala.

Tuhan, saya tidak meminta banyak. Semoga kelak, dia yang dengan suka-cita saya ingin isi kekurangannya; bersedia mencintai kembali apa yang tidak saya miliki.

Aamiin.Β 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s