Kosong

Love runs deep
deeper than the darkest see
so drop your guard
why do you have to be so hard
[Jasmine Thompson]
Setiap kali lebaran sudah nyaris sampai, hati saya pun seluruhnya nyaris kosong. Saya banyak sekali mengingat hal-hal yang sudah lewat. Mungkin ini karena mama saya meninggal satu minggu sebelum bulan puasa datang 2 tahun yang lalu. Dan saya harus melewati ramadhan tanpanya, dan mengahadapi seluruh dari sisa idul fitri yang saya miliki; tanpanya.
Ada kesedihan yang tidak bisa saya jelaskan seperti apa rasanya. Saya sebenarnya bukan tipikal manusia yang suka memikirkan hal-hal pilu yang terjadi dalam hidup saya. Tapi kehilangan ibu itu melebihi pilu. Dan saya pun sebenarnya enggan mendramatisir kehilangan saya yang satu ini, karena ada begitu banyak anak lain yang bahkan sudah yatim piatu. Dan mereka baik-baik saja. Atau mungkin sebenarnya mereka tidak lah sedang baik-baik saja. Mereka masih berusaha menjadi baik-baik saja tanpa orangtua mereka. Usaha yang mereka pun tak tahu hingga kapan bisa diakhiri. Seperti saya di detik ini.
Kalau saya bisa berdoa untuk kamu, saya harap kamu tidak perlu pernah mengalaminya
Kalau saja saya diberi satu permohonan, saya ingin ibu di seluruh dunia bisa hidup selamanya untuk anak-anak mereka
Ah ma, mungkin saya hanya sedang kangen 
Anakmu yang cengeng ini masih saja keras kepala untuk mengingat segalanya
Atau mungkin ini karena begitu banyak saya melihat orang-orang yang mempersulit hidup mereka hanya karena apa yang mereka yakini benar. Lalu mengesampingkan perasaan begitu banyak manusia lain yang sedang memeluk kehilangan mereka. Merasa bahwa apa yang sedang mereka perdebatkan saat ini, jauh lebih penting dari berbagi pelukan. Dan bahwa kebencian yang sedang mereka saling tebar, membuat anakmu ini merasa begitu kecil. Membuat anakmu ini merindukan pelukanmu yang tak sekali pun perlu syarat dan pamrih.
Ah ma, ada begitu banyak cinta dan penerimaan yang saat ini ditempeli harga juga perjanjian
Dan mereka membuat anakmu merasa semesta ini begitu kosong
Tapi Ma, bukankah tanpa kekosongan, manusia tidak akan pernah mengerti baiknya saling mengisi?
Kenapa begitu banyak yang memaksakan diri mereka untuk jadi yang paling kuat di antara yang lain
Bukankah tanpa kelemahan yang mereka punya, maka tak ada ruang bagi cinta untuk mengisinya?
Bukankah selama ini semesta mampu bertahan, karena makhluk yang mendiaminya saling berani mengesampingkan ingin juga emosi mereka sendiri?
Bahwa mereka begitu memahami, tak ada yang benar-benar ‘benar’ selain pencipta-Nya
Dan bahawa mereka begitu percaya, tak ada yang benar-baner ‘kuat’ selain keberanian untuk saling menerima kelemahan
Ah ma, mungkin saya hanya sedang kangen kamu.

Biar Tuhan jaga kamu baik-baik. 
Sebaik lengan ibu yang melingkari tubuh ini, saat kecil.
[falafu]
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s