Jawab Aku

Aku melihat senyummu sejak umurku belum genap lima
Dan terus menatap senyum itu hingga kita nyaris dua puluh lima
Bagaimana mungkin cinta bisa tidak ada
Bagaimana mungkin sayang bisa hilang begitu saja
Kita bersama-sama belajar menggosok gigi dengan benar
Kita bersama-sama mengenal apa itu menggambar dan aljabar
Kita bersama-sama menyebrangi jalan untuk pertamakalinya tanpa ibu
Kita bersama-sama melewati hidup yang sederhana saat itu
Akulah yang pertamakali melihatmu menangis karena kucingmu sakit
Kaulah yang pertamakali melihatku menangis karena gigiku tanggal
Katanya, mereka yang beruntung adalah yang bisa menikahi sahabatnya sendiri
Apa bisa kita jadi bagian dari mereka yang beruntung itu?
Jawab aku.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s