Takes a long time for me to say this; I’m done with you, boy

Kamu memang tidak pernah mencintaiku, mungkin sejak pertama kali kamu mengatakan ‘hai’, semua hanyalah omong kosong.
Dan aku bukannya tidak tahu atau tidak menyadarinya. Aku hanya masih selalu keras kepala untuk sekedar berpikir; “dia pria baik-dia tidak akan setega ini padaku. Dia mungkin saja tidak sengaja berbohong. Dia mungkin memilih diam untuk kebaikanku.”
Dan banyak hal lainnya yang aku ciptakan sendiri di dalam kepalaku. Dasar perempuan bodoh.
Mungkin dulu aku bisa begitu menyayangimu karena saat itu aku hanya sedang kesepian. Sangat kesepian. Mungkin Tuhan mengirimkanmu agar aku sekedar memiliki sesuatu hal untuk aku pikirkan. Dia tahu, aku sedang sangat kesepian. Kesepian yang bahkan bisa menelan diriku sendiri.
Dan begitu aku sudah memiliki hidupku kembali. Kamu direnggut-Nya begitu saja. Dan semua itu untuk kebaikanku. Aku tahu.
Sekarang kamu bisa pergi dari pikiran dan hidupku. Aku tak akan lagi ingin menghalanginya atau keras kepala menolaknya. Tidak akan lagi ada ketidak-relaan, atau sekedar pertanyaan;“kenapa kamu harus melakukan hal-hal yang tidak baik, pada seseorang yang begitu menyayangimu. Kenapa kamu berhenti bicara padaku. Kenapa kamu bahkan begitu pengecut untuk sekedar menjawabnya.”
Aku sudah tidak menginginkan jawabannya, atau sekedar bersedia membuang waktuku untuk mempertanyakannya di dalam kepalaku lagi.
Kita selesai sampai di sini.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s