Setidaknya sampai nafasku habis


#30HariMenulisPuisi #Day18 ~ setidaknya sampai nafasku habis #karenamenulispuisituseksi
Aku masih ingat bagaimana telapakmu menepuk-nepuk lembut punggungku setiap malam
Aku masih ingat bagaimana rasa cubitanmu saat aku nakal
Atau bagaimana caramu mencoba menghapus tangis di pipiku
Sebanyak apa pun coklat yang belepotan di wajahku, bagimu aku selalu putri yang paling cantik
Sebanyak apa pun doa yang aku pinta, kau akan menukar segala yang kau punya hanya agar aku bahagia
Tahukah bu, terus bisa mengingatnya bukanlah pekerjaan yang mudah
Aku begitu takut waktu merenggut mereka semua dari ingatanku
Aku begitu takut melupakanmu sedikit demi sedikit, karena aku bukan anak yang pandai
Karena akan ada banyak hal lain terjadi, dan membuatku mulai kesulitan mengulang bagaimana suaramu terdengar di dalam kepala
Aku tahu bu, bahwa tak pernah ada hal yang bisa selamanya ada
Atau bisa selamanya terjadi
Atau bisa selamanya diingat
Tapi aku mau bisa selama mungkin mengingatmu—setidaknya sampai nafasku habis
Pic from @idalaerke
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s