Mengerti Aku

favim.com


Kau tidak benar-benar mengerti aku, bila kau belum pernah membenciku–lalu tetap mencintaiku lagi setelahnya. – falafu


Kau begitu membuatku benci bila sedang marah, walau tidak sedang marah padaku. Kataku; Marah adalah hal yang melelahkan, satu tingkat lebih melelahkan dari diam. Tapi aku tetap mencitaimu setelahnya. Karena aku mau mencoba mengerti, karena aku memberikanmu kesempatan untuk menjelaskan keadaan. Begitulah cinta bekerja.Β 
Aku begitu membuatmu benci bila sedang berpura-pura baik-baik saja, walau tidak sedang berpura-pura padamu. Katamu; Berpura adalah hal yang melelahkan, satu tingkat lebih melelahkan dari menangis. Tapi kamu tetap mencintaiku setelahnya. Karena kamu mau mencoba mengerti, karena kamu memberikanku kesempatan untuk menjelaskan keadaan. Begitulah cinta bekerja.Β 
Kita, tidak pernah membiarkan jari kita saling menunjuk wajah masing-masing dalam pertengkaran. Karena itu adalah hal yang paling menyakitkan. Meninggikan posisi diri dengan menunjuk lebih rendah pada orang di hadapanmu. Orang yang katanya; paling kau mengerti.Β 
Kita, tidak pernah membiarkan mata kita saling berpaling dari wajah masing-masing dalam pertengkaran. Karena itu adalah hal yang paling menyakitkan. Memalingkan diri dari kenyataan, karena begitu takut menghadapi diri kita yang sebenarnya. Kita yang katanya; akan terus saling mengisi.
Kau yang paling tahu, bahagiaku selalu sederhana. Teruslah ada dan jangan kemana-mana.

“Honey just put your sweet lips on my lips. We could just kiss like real people do.” – Hozier

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s