Untuk siapa pun yang dilupakan lebih dulu

It’s easy to forget things you don’t need anymore. – Haruki Murakami

Jauh sebelum hari ini, saya pernah mengatakan bahwa; menjadi yang dilupakan lebih dulu tidak pernah mudah.

Karena kenyataanya, bagi saya, menjadi yang tidak melakukan kesalahan apa pun (dan ditinggalkan) tidak lah lantas membuat upaya merelakan menjadi lebih sederhana. Terakhir kali saya dilupakan lebih dahulu, orang tersebut sudah memiliki perempuan lain yang dia panggil ‘sayang’–atau setidaknya memiliki seseorang yang tidak lupa menanyakan pada dirinya ‘Sudah makan belum hari ini?’. Dan well, rasanya pahit. Racun yang ditelan, namun tidak masuk pencernaan tapi mengalir langsung ke hati dan pikiranmu. Perasaan yang awalnya ‘Marah’, seketika berubah menjadi ‘Sedih’. Sedih yang tidak tahu harus diapakan. Sedih yang lantas membuat saya benci pada diri sendiri. Merasa begitu bodoh karena sudah menyayangi seseorang dengan tulus. Tapi tidak berhasil disayangi kembali dengan baik. Saya menghabiskan banyak waktu untuk mencari cela di dalam diri, karena nyatanya–mencintai dia dengan jujur saja tidak cukup untuk membuatnya bahagia.

Just like what Murakami said. It’s easy to forget things you don’t need anymore. 

And he don’t need me anymore. 

I am ‘that’ one of the things who easily to forget. 

SAD. 

Tapi itu adalah hari, jauh sebelum hari ini.

Sekarang saya bisa bilang bahwa ‘Kehilanganmu adalah berkah yang tiada terkira’.

Karena dari kehilangan itu saya bisa dipertemukan dengan dia yang sekarang ada di sisi saya–yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kehadiranmu dulu. Dia bukanlah pria yang sempurna, namum dia adalah pria yang bersedia menerima ketidak sempurnaan saya dengan cara yang paling indah; mencintai. Hal yang tidak bersedia kamu lakukan dulu–dan terima kasih karena sudah tidak bersedia melakukannya.

IMG_20160515_211242
thepinkdiary

***

Saya selalu mengatakan pada pasangan saya bahwa ‘Aku mencintaimu yang sekarang’.

Kenapa? Karena saya tahu setiap orang punya masa lalu. Dan saya tidak perlu berurusan dengan masa lalu tersebut–seperti saya pun tidak ingin orang lain harus ikut memikirkan masa lalu saya. Tidak ada yang punya kisah hidup yang sempurna, namun saya percaya setiap cela yang pernah datang selalu berhasil menguatkan–bila dihadapi dengan berani dan bertanggung-jawab. Apalagi untuk setiap hal baik yang sudah tumbuh di dalam dirinya, yang saya perlukan hanyalah merawatnya dengan lebih baik lagi 🙂

Kami melewati segalanya di hari kemarin, hanya untuk kemudian saling menemukan di hari ini. Dan untuk setiap wajah yang pernah singgah di dalam hidupnya, saya sungguh berterima kasih pada kalian. Terima kasih karena pernah sempat menyayangi atau pun menyakiti pria yang sedang saya cintai saat ini. Tanpa kalian, tentu saja dia tidak akan mendewasa dan berhasil membuat saya jatuh cinta.

Jadi, siapa pun yang (harus) dilupakan lebih dulu. Jangan pernah takut untuk tetap bertahan dalam kejujuranmu. Jatuh hatilah dengan baik dan sungguh-sungguh. Hingga bila kelak hati harus patah pun–kamu hanya patah untuk tumbuh semakin kuat.

falafu.

Advertisements

5 thoughts on “Untuk siapa pun yang dilupakan lebih dulu

  1. Kak faa.. Aku sekarang sepertimu yang dulu. Sedang memahami sedih yang datang. Bukan karna ditinggalkan sebab ada yang lain. Ditinggalkan saat kita sedang baik-baik saja itu juga sakit dan sakit banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s