Q&A part 1

masdianadewikhairiah

kak fa sempet khawatir dengan kehidupan pasca menikah ?

Honestly, no. Not at all. Karena pernikahan ini adalah apa yang aku pinta pada Allah, mungkin sekitar beberapa bulan sebelum aku dipertemukan dengan suamiku.

dianlputriii

Kak gimana kamu bisa yakin untuk kehidupan setelah menikah?

Berserah sama Allah SWT, sang pemilik alam semesta. Kalau kita sudah yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah itu lebih dekat dari urat nadi kita sendiri. Insha Allah segala langkah akan terasa lebih ringan. Dan pastinya juga pasangan yang mau sama-sama berjuang.

ayuhannanasya

Pernah ngalamin patah hati hebat sebelum menikah ngga kak?

Pernah banget. Kebetulan aku anaknya selalu sungguh-sunggu setiap kali sayang sama seseorang (walau pun mengumbar perasaan macam begitu dosa banget) ya dulu belum paham. Kalau sekarang aku merasa bahwa patah hati yang aku alami adalah cara Allah sayang sama aku. Biar aku nggak lama-lama “happy” melakukan dosa besar.

tiara.wulandari28

Ka faa, gimana supaya bisa menikah tanpa khawatir tentang masa depan

Buatku, hidup tanpa kekhawatiran adalah hidup yang ‘boring’ dan itu tandanya kamu nggak punya sesuatu yang sedang kamu perjuangkan. Setiap kali kita punya tujuan, itu pasti sepaket dengan rasa khawatir. Dari kekhawatiran itulah lahir doa-doa baik. Banyak kekhawatiran yang kemudian justru bikin kita lebih dekat sama Allah. Jadi nggak perlu takut untuk merasa ‘khawatir’.

agitsnaprdytm

Ka fa gimana caranya ngeyakinin diri sendiri buat menikah?dan gimana caranya menerima kekurangan pasangan?

Punya pasangan yang sempurna itu sama mustahilnya dengan berusaha jadi pasangan yang sempurna. Nggak mungkin. Cara paling sederhananya adalah dengan menyadari kalau diri kita ini banyak juga kurangnya, bisa nemuin dia yang bersedia berjanji untuk mampu bertahan menghadapi kita seumur hidupnya adalah berkah yang tiada tara—bagaimana Allah jadikan manusia itu saling berpasang-pasangan dalam kebaikan. Kalau saya dulu bisa makin yakin karena kebetulan saya dipertemukan dengan pria yang jujur. Jadi at least saya nggak perlu khawatir bakalan nerima kebohongan dari orang yang paling saya sayangi.

nietafirda

Mbak Falalu kalo cari uang sendiri, hasilnya dipake buat apa Mbak? Kan udah dapet dr suami 

Biasanya saya tabung, saya termasuk orang yang nggak suka belanja. Jadi suka belanja setelah punya anak aja. Itu juga yang dibeli keperluan anak hehe. Tapi nggak jarang juga dipakai buat beli kebutuhan rumah tangga yang bentuknya kaya perabotan dll. Sekarang saya sama suami, lagi sama-sama jadi pengangguran hehe. Jadi harus makin hemat dan jadi ibu rumah tangga yang bijak pakai uang.

p_hawaa

Hi fa, selama jd ibu dan menjalankan peran sebagai ibu pernah ngalamin baby blues ga? Dan drama drama lainnya sebagai ibu baru?? Share dong.. Aku lg ngejalanin jd ibu baru dan tnp bantuan keluarga. Intinya single fighter lah,dan lg desperate ngerasain anak agal rewel bbrp hari inijd butuh semangat dari sesama ibu baru

Pernah banget dong hehe. Awal-awal melahirkan suka nangis nggak ada alesannya, pernah ngerasa kalau anak bakalan jadi penghalang saya buat bahagia (sumpah aneh banget wkwk). Aku juga nggak ada bantuan keluarga atau pembantu lho, murni berduaan aja sama suami. Tapi aku rasa support dari suami lah yang paling banget bantu selama masa jadi ibu baru kemarin. Jadi jangan ragu minta bantuan dari suami yah

yunitadwik

Kak Fa, belakangan saya semakin penasaran akan hal ini: bagaimana pada saat seorang laki-laki dan seorang perempuan sampai pada kata sepakat untuk menikah?

Kalau Allah yang sudah menggerakkan hati hambanya, siapa yang bisa nolak? Hehe one day you will understand

khaerotunnisaa

Ambisi sama cita2 itu sama gak ka? Kalo kepengen bgt atau ngusahainbgt pengen masuk univ negeri boleh gak? Itu termasuk ambisi atau cita2?

Kalau Allah bilang “sesungguhnya Aku mengetahui, apa yang tidak kamu ketahui”. Jadi selalu berbaik sangkalah akan setiap kegagalan yang kita harus hadapi. Jangan juga keras kepala pada harapan-harapan kita, karena terkadang itu justru jadi penghalang kita sampai pada takdir yang telah Allah persiapkan. Ambisi itu kadang suka nggak bikin happy ngejalaninnya, karena nggak jarang bikin kita sering mempertanyakan kemampuan diri sendiri.

sofiaazasa

Mbak, kalau ngadepin suami yang lagi marah gimana selain kitanya harus cooling down dl?

Sabar. Rumah tangga itu isinya memang sebagian besar ‘sabar’ hehe

nunu_aryasmitha

Ok, harta ga perlu ditumpuk.. Tapi pernah ngrasa “enggak berdaya” di masalah financial gak? Misal: kalau dulu kerja, bisa punya uang sendiri, bisa beli barang-barang bagus/mahal buat anak.. Setelah bergantung ke penghasilan suami, trus jalan ke mall, liat baju anak bagus-pengen beli-liat harga-enggak berdaya karena harganya yang ga sesuai budget..

Duh ya sering banget mba hehe. Sekarang kalau jalan ke mall lebih banyak window shoppingnya daripada belanja benerannya. Tapi percaya nggak, kalau semakin terbatas hidup kita, rasa syukur kita pun semakin sederhana. Asal, kita nggak hobi membandingkan hidup kita dengan orang lain. Dulu saya bisa kemana-mana naik mobil, sekarang naik motor dan sering kehujanan. Suka sedih kalau lihat anak kehujanan atau kepanasan, tapi begitu masuk ke dalam rumah dan merasa adem, hati selalu bersyukur kami masih punya rumah untuk berteduh. Karena banyak yang nggak punya di luar sana. Rosul pernah bilang, “neraka isinya banyak perempuan bukan karena mereka nggak sholat atau puasa, tapi karena mereka nggak pernah merasa cukup dengan apa yang suami mereka miliki.” Semoga kita dijauhkan dari sikap dan sifat yang demikian ya

iwanarifianto_kama

Berantemnya selama dua tahun berapa kali? Dan sapa yg sering ngalah

Wah banyak sekali tak terhitung jumlahnya hehe. Aku sama suamiku sama-sama keras kepala. Tapi kita sama-sama sadar kalau itu kelemahan kami.

doddyrakhmat

Apa yang harus disiapkan kalau mau resign dini? Dan kiat apa saja yang dilakukan untuk melalui struggle tersebut?

Tentu saja tujuan. Setelah resign mau apa dan punya planning apa untuk mecapainya. Sisanya percaya sama kebesaran Allah.

nindyasass

Kak lebih mending kerja tp jauh dari suami atau resign kerja tp deket suami? Berasa blm siap bngt kalau nganggur haha

Kalau aku lebih mending resign dan deket sama suami, then if one day ada anak, anak bisa selalu dekat dengan ayah ibunya. Kamu tahu, apa yang nggak bisa dibeli uang adalah waktu dan kebersamaan. Itu nggak bisa dibeli kalau buat aku, sebesar apa pun gedenya penghasilan yang aku dapetin dari kerjaan itu.

desizulfianaaa

Kenapa memilih resign kerja? Kenapa bisa seyakin itu dg pilihannya untuk menjalani hidup yg begitu pelik ini hehehe

My life is sooo much easier setelah bertemu dengan suamiku. Jadi resign justru menyederhanakan hidup yang aku miliki hehe

ririnnonti

Kak fa bagaimana menanggapi riba dalam hidup ini? Contoh, punya cicilan rumah atau mobil yg notabene pasti riba kalau bukan di bank syariah. Dan bagaimana kak fa berusaha menjauhkan riba itu sndri? (rumah tangga baru biasany godaan nyicil ini itunya besar, contohnya aku)

Hidup ini hanya sekejap mata dan harta adalah bagian ter-fana dari dunia ini—kalau buat aku ya tapi. Aku nggak bilang kalau aku dan suami udah terbebas dari riba ya. Tapi alhamdulillah walau belum punya rumah atau mobil, kami tetep berusaha untuk nggak tergiur ambil cicilan riba lewat bank dan semacamnya. Dosa terkecil dari riba itu sama dengan menyetubuhi orangtua kita sendiri, bayanginnya aja udah nggak kuat. Suami istri harus saling support, jangan suka membandingkan rejeki kita dengan rejeki orang lain, karena Rosul yang bilang ‘setiap kali kita iri sama rejeki orang lain, kita hanya sedang tidak tahu apa rejeki yang juga tengah Allah ambil dari orang tersebut’. Bersyukur itu penting banget, dan jangan mau dibujuk syeitan untuk mengumpulkan perhiasan dunia yang nggak ada harganya kalau kita sudah nggak di dunia lagi. Sehat adalah rejeki yang paling berarti lho, bukan mobil, bukan rumah, bukan harta benda.

ospaoktnst

mbak seberapa adakah rasa khawatir saat resign? dan saat buka usaja apakah menjalankannya besarnya atas dasar ‘butuh’ atau ‘ini passion gue terutama dibidang ini? dan saat masnya mbak resign atau sebaliknya (gatau diri ku mana yg duluan resign atau malah sama-sama) gimana respon mbak? apakah support atau khwatir? atau gimana? matur nuhun mbak fa 🙏🏾✨ allahuyubarik fiikum

Tentu saja ada rasa khawatir, namun alasan baik untuk resign jauh lebih banyak dari rasa khawatirnya—itu kenapa bisa yakin dan berserah sama Allah untuk ambil keputusan resign. Insha Allah apa yang kita tinggalkan karena Allah, akan diganti dengan yang jauh lebih besar. Selama kita mau berusaha.

imma13_

kak fa, dulu alasan memutuskan untuk menikah apa kak? memutuskan mau tinggal dimana setelah menikah. dan cara meyakinkan diri sendiri dan keluarga akan keputusan kakak gimana?

Karena sudah lelah bersandar pada tembok kamar, ingin bersandar di bahu suami wkwk. Seriusan, lelah harus mikirin ini itu sendirian, jadi minta sama Allah dipertemukan dengan pria yang bisa mendampingi. Kalau keputusan soal tinggal di mana dsb, buatku itu keputusan yang harus disepakati sebelum menikah. Jadi komitment awalnya seperti apa, biar meminimalisir percecokan nggak penting setelah menikah. Aku pokoknya waktu itu nyari yang jujur dan sayang keluarga, begitu ketemu ya nggak ada alesan lagi buat ‘nggak yakin’ hehehe. Kalau keluargaku tipikal yang nggak banyak aturan soal jodoh, jadi jodoh itu pilihan masing-masing dan jadi tangung jawab masing-masing. Jadi kalau sudah menikah ya harus bertanggung jawab sama pilihannya, baik atau buruk.

richheny

Gmna meyakinkan pasangan utk bs sejalan dengan pilihan hidup? Secara Kita tau, menyatukan dua pikiran yg berbeda itu pasti bnyk tantangannya

Landasan iman itu penting, at least kalau muslim sholatnya tegak dan jujur. Jadi pas sebelum nikah nggak banyak bohongnya, dan setelah nikah Insha Allah juga demikian. Aku punya buanyak banget temen yang suka bohong ke pasangannya, dan setelah menikah ya jadi udah kebiasaan bohong. Nah gimana bisa coba kita bangun rumah tangga dengan landasan begitu? Kalau udah sama-sama bisa saling menghargai, maka tujuan hidup ke depan pasti bisa dikompromikan dengan jalan yang terbaik—karena itu tadi punya pegangan iman. Kalau bisa ketemu pria yang memang bisa mengendalikan kita, mengendalikan dalam arti yang baik ya. Bisa nuntun kita kalau salah, bisa punya power untuk menyadarkan kita kalau salah dll. Soalnya ya, udah sifat dasar cewek itu ngeyelan, dan sifat dasar cowok itu gengsian. Jadi kalau dua-duanya nggak punya pegangan iman yang kuat, ya bisa bubar gitu aja. Dan satu lagi, menikah itu kaya sekolah, banyak dari kita yang berpikir kalau kita harus 100% ready jadi istri atau jadi suami yang baik saat menikah. Padahal ya istri dan suami yang baik itu juga butuh proses, saling mengenal dan memahami itu proses yang panjang. Apa yang kita tahu dari pasangan kita sebelum benar menikah hanyalah sekian persen dari sifat asli. Percaya deh hehe

masitoh_09

Bagaimana merawat hubungan agar tetap baik-baik saja? Saat segala cobaan mulai datang.

Tentu saja memegang teguh komitmen awal. Seperti alasan kenapa dulu menikah dan ingin saling melengkapi—selain juga ingat janji kita pada Allah. Buat aku rumah tangga yang bahagia itu bukan yang selalu bahagia, itu nggak mungkin. Karena emosi itu bentuknya nggak cuma bahagia. Ada sedih, ada senang, ada iri, ada cemburu dll. Rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang bersedia menghadapi setiap emosi yang datang dengan pelukan. Seperti aku dengan suami yang punya komitmen kalau kita nggak boleh putus/bercerai kecuali salah satu di antara kita berbohong (selingkuh misalnya). Itu kenapa sebesar apa pun pertengkaran yang kami hadapi kami bakalan tetep baikan. Dan nggak pernah kepikiran untuk ambil jalan pintas pisah dll buat menyelesaikan masalah. Kami hadapi, kami bicarakan dan kami berpelukan.

***

Terima kasih ya untuk yang sudah bertanya, maaf belum bisa dijawab semua. Please diambil yang baik-baik aja ya, yang buruk bisa ditinggalkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s